PENGERTIAN,TUJUAN DAN RUANG LINGKUP MATA KULIAH
Tujuan dan Ruang Lingkup Perkuliahan Pencegahan dan Perawatan Cedera
1. Tujuan Mata Kuliah Pencegahan Cedera dan Perawatan Cedera
Pencegahan dan Perwatan Cedera Olahaga merupakan salah satu mata kuliah wajib di Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Universitas Syiah Kuala, mata kuliah ini memiliki bobot 3 sks. Perawatan dan pencegahan cedera sangatlah penting buat para mahasiswa prodi Penjaskesrek agar para mahasiswa mampu melaksanakan dan paham akan prinsip cedera, faktor perawatan dan pencegahan cedera serta mampu mempraktekkan kembali ketika kembali ke tengah masyarakat nanti.
Tujuan mempelajari Perawatan dan pencegahan cedera adalah untuk mengerti apa itu yang dimaksud dengan cedera olahraga serta mengenal secara dalam tentang tingkatan-tingkatan dalam cedera olahraga.
2. Ruang Lingkup Mata Kuliah Pencegahan Cedera dan Perawatan
· Prinsip pencegahan, perawatan, dan cedera.
· Prinsip-prinsip pencegahan cedera terbagi menjadi 6 faktor, yaitu;
– Faktor Fasilitas
– Faktor Sarana Pelindung
– Faktor Kebugaran Jasmani
– Faktor Psikologi
– Faktor Perilaku Olahraga
– Warming Up & Cooling Down
· Penyebab pencegahan cedera olahraga.
· Klasifikasi cedera olahraga.
· Prinsip dasar penanganan dan perawatan cedera.
Pengertian Pencegahan Cedera Dan Perawatan
1. Pencegahan
Pencegahan berasal dari kata dasar “Cegah”, mempunyai awalan “Pen” serta Akhiran“an”. “Cegah memiliki arti proses, cara, perbuatan mencegah, penegahan penolakan” Menurut “kamus besar bahasa indonesia (2007)” pencegahan adalah proses cara, tindakan mencegah atau menahan agar sesuatu tidak terjadi. Dengan demikian pencegahan merupakan tindakan, pencegahan didentik dengan perilaku.
Pencegahan adalah menghindari dari kejadian atau sebelum terjadi hal yang tidak kita inginkan, yang akan menimbulkan kerugian bagi seseorang. Jadi pengertian dari pencegahan adalah melakukan suatu usaha atau melarang apa yang tidak di inginkan seseorang terjadi.
2. Cedera
Kata cedera berarti: Kerusakan, Terluka, perselisihan. (Syamsuri E) cedera adalah memar atau luka, atau dislokasi dari otot, sendi atau tulang yang disebabkan oleh kecelakaan, benturan (bodycontac) atau gerakan yang berlebihan sehingga otot, tulang, atau sendi tidak dapat menahan beban atau menjalankan tugasnya.
Cedera adalah sakit yang dialami oleh seseorang karna pergerakan yang dilakukan dalam melakukan suatu aktivitas dengan gerakan yang salah dan tanpa pemanasan. Jadi kesimpulan dari pengertian cedera ini adalah suatu aktivitas benturan yang keras dan menimbulkan rasa sakit pada bagian tubuh yang mengalami benturan.
3. Perawatan
Perawatan ialah berasal dari kata kerja “Rawat” memiliki imbuhan dengan awalan “Pe” dan akhiran “an”. Rawat memiliki arti memelihara, menjaga, dan memulihkan. Virginia Henderson (1978) Perawatan adalah upaya membantu individu baik yang sehat maupun sakit untuk menggunakan kekuatan, keinginan dan pengetahuan yang dimilikinya sehingga individu tersebut mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari, sembuh dari penyakit atau meninggal dunia dengan tenang. Tenaga perawat berperan menolong individu agar tidak menggantungkan diri pada bantuan orang lain dalam waktu secepat mungkin.
Perawatan adalah perilaku yang baik yang mempraktekkan pertolongan pengobatan pada yang membutuhkan . Jadi kesimpulan pengertian dari perawatan adalah menjaga dan merawat individu yang memerlukan bantuan untuk bisa kembali sehat.
PRINSIP PRINSIP PENCEGAHAN CEDERA
1.Fasilitas
Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu usaha dapat berupa benda-benda maupun uang. Lebih luas lagi tentang pengertian fasilitas dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan segala sesuatu usaha.
Fasilitas olahraga yang tidak memadai akan lebih mudah mengakibatkan cedera, maka fasilitas olahraga harus diperhatikan pada saat ingin melakukan aktifitas olahraga. Seperti :
a. Lapangan
b. Stadion
c. Hall
d. GOR
e. Gelenggang
f. Pelindung kepala : Helm, helmet, haed guard
g. Pelindung muka : Masker
h. Pelindung mata : Gogleus
i. Pelindung hidung : Nose Clip
j. Pelindung gigi : Gum shield
k. Pelindung leher : Neck guard
l. Pelindung tangan : Glop
m. Pelindung badan : Body profector
n. Pelindung paha / tungkai : Leg guard
o. Pelindung lutut : Knee Pads
p. Pelindung alat kelamin : Genital profector
q. Pelindung tulang kering : Skin decker
r. Pelindung kaki : Sepatu
s. Treack And Field
t. Udara
u. Sungai
v. Danau
w. Laut
x. Pantai
y. lapangan hijau
2.sarana pelindung
Sarana pelindung adalah alat-alat yang digunakan saat berolahraga seperti proteksi badan, jenis olahraga yang bersifat body contack, serta jenis olahraga yang khusus lainnya.
3.jenis jenis sarana pelindung
Sarana pelindung adalah peralatan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga, yang akan menghindari terjadinya cedera, sarana pelindung yang harus diperhatikan untuk melindungi bagian tubuh adalah sebagai berikut :
4.kebugaran jasmani
Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebasan fiisk yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan.
Menurut Judith Rink dalam Mochamad Sajoto (1988: 43), bahwa kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang menyelesaikan tugas sehari-hari dengan tanpa mengalami kelelahan berarti, dengan pengeluaran energi yang cukup besar, guna memenuhi kebutuhan geraknya dan menikmati waktu luang serta untuk memenuhi keperluan darurat bila sewaktu-waktu diperlukan.
Kondisi fisik adalah merupakan prinsip kunci dalam pencegahan cidera pada olahraga. Kondisi fisik yang baik akan mencegah terjadinya cidera pada waktu melakukan aktifitas olahraga.
Menurut Perry Howard (1997: 37-38) faktor-faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani adalah: umur, jenis kelamin, somatotipe, atau bentuk badan, keadaan kesehatan, gizi, berat badan, tidur atau istirahat, dan kegiatan jasmaniah.
5.psikologis
Psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jiwa dan semua aspek tingkah laku manusia baik aspek kognitif, afektid, ataupun psikomotor. Psikologi juga mempersoalkan inti dari jiwa manusia dan nilainya bagi manusi itu sendiri serta disekitarnya.
Olahraga adalah Perilaku gerak manusia yang bersifat universal yang tidak hanya berorientasi pada fisik semata, namun juga aspek psikisnya.
Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan peserta didik, motivasi , minat, sikap dan bakat.
6.latihan progresif
Latihan progresip adalah latihan-latihan yang menguntungkan pada saat dadakan. Perlu ditekankan prinsip-prinsip pemberian beban lebih yang bertahap dan prinsip spesifisitas dari latihan .
Pemilihan metode yang tepat adalah meliputi efisiensi gerakan yang sesuai, efketifitas program latihan, termasuk FITT (frekwensi, Intensitas, Time, Tipe) yang adekuat. Gerakan yang salah harus dikoreksi dan dengan dasar gerakan yang baik.
Kecepatan peningkatan latihan bergantung pada tingkat kebugaran awal dari orang yang bersangkutan dan pada responnya terhadap program latihan tersebut.
perilaku olahraga
“Aksi sama dengan reaksi”, oleh karena itu :
1. Perilaku yang tidak sportif menimbulkan respon yang sama atau lebih jelek lagi.
2. Kekuatan (dan oleh karena itu juga cedera yang sama seringkali diderita baik oleh pelaku maupun oleh calon korbannya. Sebagai contoh niat untuk menendang garas lawan dengan kaki sering menyebabkan cedera pada garas sendiri.
8.warming up
Pemanasan sebelum melakukan latihan yang berat dapat membantu mencegah terjadinya cedera. Latihan ringan selama 3-10 menit akan menghangatkan otot sehingga otot lebih lentur dan tahan terhadap cedera. Metode pemanasan yang aktif lebih efektif daripada metode pasif seperti air hangat, bantalan pemanas, ultrasonik atau lampu infra merah. Metode pasif tidak menyebabkan bertambahnya sirkulasi darah secara berarti.
Latihan peregangan tampaknya tidak mencegah cedera, tetapi berfungsi memperpanjang otot sehingga otot bisa berkontraksi lebih efektif dan bekerja lebih baik. Untuk menghindari kerusakan otot karena peregangan, hendaknya peregangan dilakukan setelah pemanasan atau setelah berolah raga, dan setiap gerakan peregangan ditahan selama 10 hitungan.
9.cooling down
Pendinginan adalah mengurangi latihan secara bertahap sebelum latihan dihentikan. Pendinginan mencegah terjadinya pusing dengan menjaga aliran darah. Jika latihan yang berat dihentikan secara tiba-tiba, darah akan terkumpul di dalam vena tungkai dan untuk sementara waktu menyebabkan berkurangnya aliran darah ke kepala. Pendinginan juga membantu membuang limbah metabolik (misalnya asam laktat dari otot), tetapi pendinginan tampaknya tidak mencegah sakit otot pada hari berikutnya, yang disebabkan oleh kerusakan serat-serat otot.
Beberapa manfaat dan bagaimana cara alam dalam membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia:
a. Menormalkan Ritme Detak Jantung
Menurut sebuah penelitian, efek menenangkan dari suara alam sangat bagus untuk kesehatan jantung dan berpengaruh pada hormon. Para ahli menganjurkan agar kita selalu membiasakan diri berada di tengah-tengah alam terbuka, misalnya hutan, dekat mata air, pegunungan alami, dll, setidaknya selama 20 menit setiap hari agar kesehatan tubuh dan pikiran tetap terjaga.
b. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Aroma khusus dari kabut dan pohon tertentu diketahui dapat membantu meningkatkan aktivitas sel-sel pembunuh alami (sel imun) dalam tubuh manusia. Dengan meningkatnya sel pembunuh tersebut, maka kita akan memiliki tubuh yang senantiasa sehat dan tidak gampang terserang penyakit.
c. Meningkatkan Rasa Welas Asih
Ada beberapa pohon tertentu yang diketahui dapat memicu perasaan murah hati, welas asih dan meningkatkan hubungan antar sesama. Saat kita berbesar hati, maka penderitaan pribadi yang kita alami akan tampak lebih kecil.
d. Meningkatkan Kecerdasan Otak
Menghabiskan lebih banyak wakti di alam diketahui dapat meningkatkan jalur saraf penting pada otak dan sekaligus juga dapat meningkatkan ketrampilan motorik seseorang.
e. Meningkatkan Kesehatan Mental
Menghabiskan waktu sendirian di alam tidak hanya dapat membantu meningkatkan kecerdasan otak tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan mental kita. Berjalan tanpa alas kaki selama 90 menit di taman (yang hijau) dapat mengurangi tingkat depresi seseorang. Hal ini dikatakan sebagai salah satu cara penyembuhan terbaik yang ditawarkan alam kepada manusia.
f. Meningkatkan Kualitas Tidur
Berada dalam suasana kondisi alam yang masih alami dapat membantu meningkatkan kognitif (daya nalar) dan juga meningkatkan kualitas tidur seseorang. Jika Anda sering merasakan susah tidur atau tidur tidak nyenyak akhir-akhir ini, maka mulai saat ini luangkanlah waktu anda untuk mengambil liburan di alam terbuka.
g. Meningkatkan Kesadaran Diri (Awarness)
Sering gagal dalam melakukan suatu hal , tidak percaya diri, ragu-ragu, sudah dalam memahami sesuatu, adalah beberapa tanda kurangnya kesadaran dalam diri kita. Semakin meningkat kesadaran seseorang, maka semakin cerdas pula cara berpikirnya. Hal ini dapat ditingkatkan dengan kita banyak menenangkan diri (meditasi) dalam suasana alam yang hening dan alami.
FAKTOR FASILITAS DAN SARANA PELINDUNG
A. Pengertian Fasilitas
Fasilitas merupakan sarana atau wahana atau alat untuk mempermudah aktivitas perusahaan dan juga untuk mensejahterakan karyawan agar para karyawan dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Menurut Moekijat (2001 : 155) secara sederhana yang dimaksud dengan fasilitas adalah suatu sarana fisik yang dapat memproses suatu masukan (input) menuju keluaran (output) yang diinginkan. Selanjutnya menurut Buchari (2001 : 12) fasilitas adalah penyedia perlengkapan – perlengkapan fisik untuk memberikan kemudahan kepada penggunanya, sehingga kebutuhan – kebutuhan dari pengguna fasilitas tersebut dapat terpenuhi. Ditambahkan oleh Bary (2002 : 67) fasilitas adalah sebagai sarana yang diberikan perusahaan untuk mendukung jalannya nada perusahaan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pemegang kendali.
B. Syarat layaknya fasilitas.
Fasilitas ialah prasarana pendukung kelancaran suatu kegiatan olahraga baik itu dalam skala daerah, nasional, serta internasional. Karena fasilitas merupakan syarat utama yang harus memenuhi kriteria yang baik nyamanya para pelaku olahraga yang berpartisipasi di dalamnya.
Berikut syarat layaknya fasilitas untuk di gunakan untuk berbagai kepentingan kegiatan :
a) Bangunannya jelas, kokoh berdiri, tidak mudah rusak dan dapat bertahan lama.
b) Sesuai dengan kebutuhan dan tujuan.
c) Mudah di jangkau oleh pelaku olahraga.
d) Mendapat pengaman dari pihak tertentu serta terawat kualitasnya.
c e) fasilitas harus menarik agar memberikan rasa nyaman bagi pelaku olahraga.
C. Jenis fasilitas serta faktor penyebab cidera pada olahraga
jenis dan pembagian fasilitas olahraga terbagi atas fasilitas dalam dan luar ruangan, hal itu pun tidak lepas dari factor penyebab cideranya atlit akan segala bentuk kekurangan atau kelemahan fasilitas pendukung serta kewaspadaaan sang atlit tersendiri. Berikut jenis fasilitas serta factor penyebab cideranya karena fasilitas :
a) Stadion
Stadion merupakan tempat berlangsungnya segala aktivitas olahraga sebagai pusat dari cabang olahraga sepak bola, rugby, softball dan lain-lainnya. Factor penyebab cidera karena stadion bisa meliputi terhadap lemahnya sarana pendukung seperti atap stadion yang bocor, pagar penonton yang tidak terstruktur dengan baik, lapangan yang tidak rata, rumput lapangan yang tidak terawat, bangunan tribun stadion yang tidak kokoh dan lain lain, bila kekurangan/kelemahan ini tidak teratasi maka factor cedera sangat rentan terjadi dan menimpa semua pelaku olahraga yang ada di dalamnya.
b) Gor
Gor (gedung Olahraga) merupakan bangunan/infrastruktur yang di fokuskan pada beberapa cabang olaharaga seperti bulu tangkis, bola volly, bola basket, catur, futsal serta cabang olahraga dalam ruangan lainnya. Penyebab cedera yang rentan terjadi oleh fasilitas Gor dapat berupa ruangan yang tidak memadai, tempat/tribun penonton yang tidak layak, lantai yang licin, kontruksi bangunan yang tidak kuat dan lainnya.
c) Kolam Renang
Kolam renang ialah tempat berlangsungnya olahraga aquatic yakni cabang olahraga renang, polo air dan olahraga aquatic lainnya. Penyebab cedera pada kolam renang dapat berupa air yang kotor, tepi/bibir kolam yang berjamur, papan lompatan yang tidak kokoh, walaupun sepela namun bisa tidak di tanggulangi dengan baik maka cedera akan rentan terjadi.
d) Track & fill
Track & fill sangat identik dengan cabang olahraga atletik, yakni lari, lompat, lempar. Penyebab cidera pada fasilitas ini berupa adanya gangguan terhadap lintasan yang kurang terawat atau rusak, bak lompat yang tidak rata bagi olahraga lompat jauh, lapangan yang becek.
e) Sirkuit
Jenis fasilitas ini sangat berperan bagi cabang olahraga jenis balapan, moto grand prix(Moto GP), formula 1, dan jenis balapan lainnya. Faktor penyebab cidera karena sirkuit yang mengganggu baik bagi atlit maupun admin serta penonton yaitu jalan yang licin dan sempit, tribun penonton yang sempit, pagar pengaman jalan yang tidak layak.
f) Gynmasiun
Gymnasium merupakan tempat berlangsungnya kegiatan senam, fitness dan olahraga pengembang organ tubuh lainnya. Factor penyebab cidera karena fasilitas gymnasium berupa alat fittnes yang kurang memadai, bangunan yang tidak kokoh, tidak adanya tulisan pemberitahuan tentang tata cara factor keamanan pendukung lainnya.
g) Hall
Hall adalah bangunan/infrastruktur yang di fakoskan untuk beberapa cabang olahraga seperti olahraga bela diri, catur, serta cabang olahraga indoor lainnya. Factor penyebab cedera olehnya berupa atap/ tiang bangunan yang tidak kokok yang di khawatirkan rentan cedera terhadap semua pihak, ruangan yang sempit, tribun penonton yang tidak layak.
h) Arena
Pusat kegiatan olahraga yang berlangsung di arena berupa cabang olahraga pacuan kuda dan lainnya. Penyebab cedera karenanya berupa lintasan pacuan kuda yang tidak baik, pagar penonton yang tidak baik, benda asing yang mengganggu lancarnya kegiatan.
i) Ring.
Ring adalah arena tempat pertandinganbela diri seperti cabang olahraga tinju,muaythai didirikan di atas panggung (setinggi ± 1,5 m). Pada tinju era modern ini, ring berbentuk segi empat sama sisi, dan dibatasi oleh tali berjumlah empat pada setiap sisi. Di dalam ring ada empat sudut. Sudut berwarna merah dan biru untuk kubu para petinju, sedang sudut berwarna putih (atau sudut netral) untuk wasit atau dokter ring yang bertugas atau beristirahat pada masa jeda. Factor cedera oleh karenanya berupa tali ring yang tidak kuat, besi penyangga tali ring yang anjlok, raing yang tidak kokoh serta bangunan/ tribun penonyon yang tidak baik.
j) Wall Climbing
Fasilitas ini ialah tempat berlangsunngnya olahraga panjat tebing, factor cedera karena nya berupa wall/dinding yang rapuh, grip yang tidak kokoh, konstruksi bangunan yang tidak kokoh, dan factor lainnya yang mengaganggu kelancaran aktivitas wall climbing.
k) Ski es
Ski es ialah fasilitas untuk olahraga untuk hoki, factor cedera karena fasilitas ini yang rentan terjadi adalah mencairnya es, pagar pengaman yang kurang kuat serta benda asing lainya.
l) Gunung salju
Merupakan lintasan gunung yang bersalju yang dibiasanya di gelar kejuaraan balapan, sky, dan lainnya. Penyebab cidera karenanya dapat berupa lintasan yang tidak teratur, pohon tumbang, binatang buas, dan lainnya.
m) Danau.
Fasilitas olahraga air yang biasanya di laksanakan kejuaraan olahraga seperti dayung. Factor cidera yang kerap terjadi ialah karena sampah, bintang buas, tanaman air liar lainnya yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas lainnya.
n) Laut.
Olahraga yang terdapat di laut biasanya erat kaitannya dengan kejuaraan balapan boat, selancar angin dan lainnya. Penyebab cidera karenannya dapat berupa ombak yang besar, jarring ikan nelayan, perahu nelayan dan cuaca ekstrem lainnya.
o) Udara.
Cabang olahraga yang menggunkan udara biasanya ialah terjun payung, layangan balon udara, dan lainnya. Fasktor penyebab cidera karena ialah karena badai, tali layangan mainan, burung liar.
p) Sungai.
Fasilitas sungai kerap di jadikan sebagai ajang kejuaraan arum jeuram. Factor penyebab cidera di sinipun sangat bervariasi di antaranya ialah karena sampah, pohon kayu yang tumbang, bintanang buas, batu besar yang tajam dan lainnya.
D. Sarana Pelindung
Dalam (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002:999) Sarana olahraga adalah sesuatu (bisa berupa syarat atau upaya) yang dapat di pakai sebagai alat atau media dalam mencapai maksud dan tujuan. Sarana pelindung adalah alat-alat yang digunakan saat berolahraga.Sarana pelindung yang standart punya peranan penting dalam mencegah cedera. Kerusakan alat sering menjadi penyebab cedera pula, contoh yang sederhana seperti sepatu. Sepatu adalah salah satu bagian peralatan/pelindung kaki dalam berolahraga yang mendapat banyak perhatian para ahli. Masing-masing cabang olahraga umumnya mempunyai model sepatu dengan cirinya sendiri, Yang paling banyak dibicarakan adalah sepatu olahraga lari.
Hal ini di hubungkan dengan dominanya olahraga lari, baik yang berdiri sendiri maupun sebagai bagian dari orang lain.Sarana pelindung adalah peralatan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga, yang akan menghindari terjadinya cedera, sarana pelindung yang harus diperhatikan untuk melindungi bagian tubuh adalah sebagai berikut :
1. PELINDUNG MATA (Goggles)
Komentar
Posting Komentar